Hari Ini


Hukum dan Syarat Utang Piutang Dalam Islam

Update: 1 Juli 2012 at 16.01 Dalam Kategori: Islami

Hukum dan Syarat Utang Piutang Dalam Islam: Menilik hukum asal dari utang piutang dalam tinjauan syari'at akan kita dapati nash-nash Al Qur'an dan Hadits-Hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan bolehnya mu'amalah berhutang piutang selama dalam batas dan ketentuan syari'at Islam.

Hukum Utang Piutang Dalam Islam

Dalam Al Qur'an, Allah SWT telah menurunkan satu ayat yang paling panjang dalam Al Qur'an menjelaskan tentang hukum, adab dan hal-hal yang berkaitan tentang utang piutang.

Syaikh Abdurrahman as-Sa'di tatkala menafsirkan ayat ini berkata,
"Di antara faedah yang dapat diambil dari ayat ini adalah bolehnya mu'amalah dalam bentuk utang piutang baik berupa salam maupun jual beli yang ditangguhkan pembayarannya, semua hukumnya boleh. Demikian, karena sesungguhnya Allah telah mengabarkan tentang orang-orang mukmin, sedangkan setiap apa yang dikabarkan tentang orang-orang mukmin maka hal itu merupakan buah keimanan (mereka) yang telah ditetapkan oleh Allah swt."

Begitu pula Rasulullah saw, dalam beberapa kesempatan pernah berutang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebagaimana yang pernah dituturkan istri beliau, Aisyah, "bahwasanya Rasulullah membeli makanan dari seorang yahudi dengan pembayaran yang ditangguhkan."
Dan pada kesempatan lain, Abu Hurairah r.a menuturkan bahwa "Rasulullah pernah berutang seekor unta kemudian membayarnya dengan yang lebih baik dari yang beliau utang." (HR. Muslim: 1601)

***
Jika Harus Berhutang

Disaat kita terjatuh dalam berbagai dilema hidup, terkadang kita harus rela mengambil utang untuk menutupi dan meringankan beban tersebut meskipun hanya bersifat sementara. Dan pada saat utang menjadi pilihan, ada beberapa perkara yang perlu diperhatikan.

* Bagi orang yang berhutang :

1. Tidak Berutang dengan Niat Menahan Harta Orang Lain
Rasulullah saw bersabda :
"Siapa saja yang berutang sedangkan dia berkeinginan untuk tidak membayarnya, maka dia akan menghadap Allah swt sebagai seorang Pencuri." (HR. Ibnu Majah: 2410, dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah: 2/278)

2. Menghindari Praktik Ribawi.
Sebagaimana dewan ini banyak membudaya dalam label "Bunga Pinjaman" yang hakikatnya adalah Riba murni.
Aun bin Abi Juhaifah, dari bapaknya berkata,
"Rasulullah saw melaknat orang yang makan riba dan yang memberinya." (HR. al-Bukhari: 5347)

3. Segera Melunasi Apabila Mendapatkan Kelonggaran.
Karena sesungguhnya hal ini merupakan konsekuensi dari setiap hukum yang berlaku dalam utang piutang.

4. Senantiasa Memanjatkan Do'a Kepada Allah swt.
Sebagaimana yang diajarkan Nabi dalam banyak haditsnya.

* Orang yang memberi utang :

1. Ikhlas untuk Membantu Saudaranya yang Dalam Kesulitan.
Rasulullah saw bersabda:
"Dan Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selagi hamba itu menolong saudaranya." (HR. Muslim: 2699)

2. Tidak menjadikan utang/ barang pinjamannya sebagai sarana memperoleh bagian dunia, seperti mensyaratkan harus ada bunga pinjaman/ riba.
(Lihat QS. al-Baqaarah (2): 278)

3. Memberikan tenggang waktu bagi saudaranya yang tidak mampu melunasi utang pada waktunya yang telah ditentukan.
(Lihat QS. al-Baqarah (2) 280)

Akhirnya, kita berlindung kepada Allah swt dari belenggu utang sebagaimana Rasulullah saw juga berlindung dari-Nya dan semoga dilema utang tidak lagi melilit kehidupan kita. Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang yang membelenggu. Amin..
Hukum Utang Piutang dalam Islam Disalin dari Buletin Al-Furqon :: Abu Kholid al-Atsariy
Ditulis Arie Pinoci.
Buat sobat Blogger dan juga para Pengunjung yang mau COPAS, boleh aja kok. Tapi kalo gak keberatan harap cantumkan SUMBER atau Link Dofollow ke blog ini yaa.. Thanks

** Silahkan Berkomentar Sesuai Topik **
» Dilarang Komentar Sara atau Menghujat
» Dilarang Komentar Dengan Bahasa yang Tidak Sopan
» Dilarang Komentar atau nyebar IKLAN dalam bentuk apapun
» Dilarang Menyisipkan Link (nyepam) dalam bentuk apapun
» Karena akan Langsung saya Delete (HAPUS) !!!

1 Komentar untuk "Hukum dan Syarat Utang Piutang Dalam Islam"
jasa online paypalmengatakan...
25 April 2013 13.14

good post... cuma biasanya orang yang berhutang enggan tuk segera membayar utangnya...


Poskan Komentar